Solusi Terpadu Pengolahan Sampah Organik Pasar, TPS, dan TPST
Komposting Curah Aerob Fakultatif merupakan sistem pengolahan sampah dominan organik yang dirancang untuk menangani sampah dari pasar sayur buah (induk), Tempat Penampungan Sementara (TPS), maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Sistem ini mengintegrasikan proses pemilahan, pencacahan, pembuburan, pemisahan cairan, serta dekomposisi dalam satu rangkaian peralatan yang berkesinambungan. Sampah yang telah dipisahkan dari benda berukuran besar dan keras—seperti logam, kaca, kayu besar, serta plastik lembaran—dialirkan melalui conveyor menuju mesin pemilah dan pembubur.
Material anorganik seperti plastik, kertas, dan kain dipisahkan, sedangkan material organik dihancurkan menjadi bubur untuk selanjutnya diproses dalam bak dekomposisi.
Di dalam bak dekomposisi, bubur organik mengalami proses penguraian secara aerob fakultatif, yaitu proses biologis yang berlangsung dengan memanfaatkan oksigen ketika tersedia dan tetap dapat berlanjut pada kondisi oksigen terbatas. Proses ini menghasilkan bahan organik yang lebih stabil dan dapat dimanfaatkan sebagai kompos, pembenah tanah, maupun sumber nutrisi bagi lahan pertanian.
Konfigurasi Produk dan Spesifikasi Utama
Berikut rangkaian peralatan utama dalam sistem TPST Komposting Curah Aerob Fakultatif dengan spesifikasi utama:.
- Conveyor Pemilah Sampah CPS 60S
Conveyor Pemilah Sampah CPS 60S digunakan sebagai unit penerimaan dan pemilahan awal. Peralatan ini mengalirkan sampah secara kontinu sekaligus membantu operator memisahkan material berukuran besar, keras, dan berpotensi mengganggu mesin berikutnya.
Spesifikasi utama: Lebar belt: 600 mm, Panjang unit: 6 meter, Penggerak: motor listrik dengan gearbox, Daya motor: sekitar 0,75 kW Fungsi: pemilahan awal sampah dan pengumpanan menuju conveyor berikutnya, Material yang dipisahkan: logam, kaca, kayu besar, plastik lembaran, dan benda keras lainnya
Unit ini dirancang agar proses pemilahan awal dapat dilakukan secara lebih aman dan teratur sebelum sampah masuk ke tahap pencacahan dan pembuburan.
- Hopper Input Conveyor
Hopper Input Conveyor berfungsi sebagai tempat penerimaan sekaligus pengumpan material menuju rangkaian proses berikutnya. Bentuk hopper membantu menampung sampah secara sementara sehingga aliran material menuju sistem dapat berlangsung lebih stabil.
Spesifikasi utama: Dimensi PXLXT (mm) : 1200 x 1000 x1000. Rangka dudukan hooper besi UNP 80, siku 50×50, plat ezer 2 mm, Penggerak diesel 8 HP. Bearing UCP 208, cat anti karat, knock down. Hopper input convey, menampung dan mengumpankan material sampa, Konstruksi: rangka baja dengan hopper penampung, Penggerak: motor listrik dan gearbox, Aplikasi: pengumpanan sampah organik maupun sampah campuran yang telah melalui pemilahan awal
Hopper ini dapat ditempatkan pada bagian awal sistem atau diintegrasikan dengan conveyor pemilah, bergantung pada tata letak fasilitas TPST.
- Conveyor Pemilah Sampah CPS 6012
Conveyor CPS 6012 digunakan sebagai conveyor pemilah lanjutan dan penghubung menuju mesin pemilah serta pembubur sampah. Pada unit ini, operator dapat melakukan pemeriksaan ulang terhadap material yang masih terbawa dalam aliran sampah.
Spesifikasi utama: Conveyor pemilah sampah, Lebar belt: 600 mm, Panjang unit: 3 meter, Penggerak: motor listrik 2 HP dengan gearbox WPA 70, Fungsi: pemilahan lanjutan dan pengumpanan menuju mesin MPPS, Aplikasi: pemindahan sampah secara kontinu dan terkendali
Keberadaan conveyor ini membantu mengurangi masuknya material pengganggu ke dalam mesin MPPS serta meningkatkan efektivitas pemilahan manual.
- Mesin Pemilah dan Pembubur Sampah MPPS
MPPS merupakan peralatan utama dalam sistem pengolahan. Mesin ini melakukan pemilahan, pencacahan, dan pembuburan terhadap material organik. Sampah organik diubah menjadi bubur dengan ukuran lebih seragam sehingga lebih mudah dipompa, dipisahkan kandungan cairnya, dan diuraikan dalam bak dekomposisi.
Spesifikasi utama: Mesin Pemilah dan Pembubur Sampah (MPPS) Kapasitas pengolahan: sekitar 2 ton per jam, Dimensi unit: 2,4 meter × 0,8 meter dengan tinggi menyesuaikan konfigurasi, Penggerak: motor listrik dengan sistem transmisi gearbox, Daya penggerak: sekitar 30 k, Fungsi: memilah, mencacah, menghancurkan, dan membuburkan material organik, Output: bubur organik dan material anorganik terpilah
Material anorganik seperti plastik, kain, kertas, dan pengotor lainnya diarahkan ke jalur keluaran tersendiri, sedangkan material organik yang telah menjadi bubur diteruskan menuju bak penampungan atau bak dekomposisi.
Bak Dekomposisi merupakan pekerjaan sipil diluar harga paket alat mesin.
Bak dekomposisi dirancang pada dimensi untuk mendekomposisi bahan organik 10 ton atau setara 30 m3/ hari. Bagi kepentingan masa retensi 5 hari, dibutuhkan kapasitas tampung volume 150 m3.
Fungsi utama bak dekomposisi: Menampung bubur organik hasil proses MPPS, .Menyediakan waktu tinggal bagi proses fermentasi dan penguraian, Memungkinkan pengaturan aerasi, kelembapan, dan pencampuran, Menghasilkan material kompos yang lebih stabil, Menjadi titik penghubung antara proses pembuburan dan dewatering.
Ukuran bak dekomposisi dapat disesuaikan dengan kapasitas penerimaan sampah harian, luas lahan, waktu tinggal proses, serta target produksi kompos padat dan cair.
- DS 5000L – Mesin Pemisah Air Lumpur/Dewatering Separator
DS 5000L berfungsi memisahkan fraksi padat dan cair dari bubur organik. Peralatan ini merupakan bagian penting untuk menghasilkan kompos padat sekaligus cairan organik atau slurry yang dapat ditampung dan dimanfaatkan lebih lanjut.
Spesifikasi utama: Dewatering Separator DS 5000L, Kapasitas press: 5.000 liter/ jam, Tipe: mesin pemisah padat-cair, Penggerak: motor listrik dengan gearbox, Daya penggerak: sekitar 5,5 kW, Fungsi: memisahkan fraksi padat dan cair dari bubur organik, Output padat: kompos padat, Output cair: kompos cair atau slurry organik
Fraksi padat dapat dimobilisasi menggunakan truk curah, sedangkan fraksi cair dapat ditampung dalam tangki dan diangkut menggunakan truk tangki menuju lahan pertanian, lahan kering, atau lahan yang membutuhkan tambahan bahan organik.
- Slurry Pump 20–30 m³
Slurry Pump digunakan untuk memindahkan cairan organik atau bubur hasil pengolahan dari bak penampungan menuju unit dewatering, bak penyimpanan, atau kendaraan tangki.
Spesifikasi utama: Slurry pump, Kapasitas pemompaan: sekitar 20–30 m³/ jam, Fungsi: memindahkan lumpur organik dan cairan hasil pengolahan, Aplikasi: pengumpanan ke DS, pemindahan ke tangki penyimpanan, serta pengisian kendaraan tangki, Konstruksi: dirancang untuk menangani cairan dengan kandungan padatan tersuspensi
Pompa ini harus dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik lumpur, ukuran padatan, jarak pemompaan, elevasi, serta kebutuhan operasional harian.







![TPST Mandiri Energi [ ME 1.25 T Bahan Bakar Biogas]](https://kencanaonline.com/wp-content/uploads/image/catalog/BiophoskkoGas/TPST-Mandiri-Energi-1.25-T-300x300.jpg)

