Bor Tugal Lobang Resapan Biopori (Galvanis)

Bor Tugal Lobang Resapan Biopori (Galvanis)
Bor Tugal Lobang Resapan Biopori (Galvanis)
Merek: BerSeka
Kode Produk: Per 10 pcs
Ketersediaan: Out Of Stock
Harga: Rp.3.450.000,00
Jml:     - ATAU -   Bandingkan

Teknologi tepat guna ramah lingkungan guna mengatasi masalah akibat pemupukan kimia ( an- organik) dan genangan air ( banjir) adalah dengan membuat bor tugal Lobang Resapan Biopori. Alat dengan dimensi panjang 1 m, terbuat dari logam dan mata tugal terbuat dari baja. Sebagaimana diketahui, pemupukan tanaman dengan menggunakan pupuk prill ( tabur) oleh para petani selama ini seringkali berlebihan dibanding dosis rekomendasi, pupuk ditabur jauh dari pohon dan mulut akar serta pupuk terbawa aliran air ( top leaching run- off) dan menguap terbawa panas.

Di sekitar perakaran tanaman keras juga seringkali terdapat genangan air akibat drainase kebun yang buruk atau perkebunan berada di areal bawah permukaan air sungai. Genangan air dalam skala luas juga bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi tidak disertai kemampuan tanah menyerap dan memerangkap air karena terbatasnya lobang resapan. Tanah yang terlalu lama diasupi pupuk kimia dan tanah di sekitar perkotaan dan bangunan umumnya akan sulit menyerap air hujan.

Manfaat Lobang Resapan Biopori adalah meningkatkan daya resapan air, meningkatkan peran aktifitas fauna tanah dan akar tanaman serta mengatasi masalah genangan air akibat banjir dan drainase yang buruk. Spesifikasi Bor Biopori : Bahan pipa galvanis anti karat, Bahan mata bor stainless steel 3 mm, Diameter pipa 12,5 mm dengan panjang 1,2 m dan tangkai 40 cm, Diameter mata bor (200 mm/4 inch)

 
 
 
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan mengunjungi produk ini webpage.
 
Produk ini telah ditambahkan di dalam catalog pada tanggal Friday 30 July, 2010.

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Tags: Bor Tugal, Bor
Kencana Online © 2018

web analytics visits since 22/07/2004 | details