Mesin Pemilah Pengayak Sampah

Mesin Pemilah Pengayak Sampah

Pengolahan sampah dimulai dengan memisahkan dulu sampah organik seperti sisa makanan dan semua materi yang berasal dari makhluk hidup dengan sampah nonorganik, seperti biomassa kering ( kayu, kertas, kaleng, atau kaca) serta jenis ketiga adalah aneka sampah plastik (PS, PP, HDPE, PET).

Mesin Pemilah Pengayak berfungsi mengayak kompos dan memisahkan antara ukuran bongkah, granul dan kompos halus ( bagus). Selain itu, mesin juga dapat digunakan sebagai mesin pemilah sampah antara sampah organik dan sampah anorganik.

Pengayakan ( penapisan) kompos disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan oleh para petani, pehobbies tanaman hias maupun proyek reklamasi lahan bekas tambang. Bagi pemupukan pertanian di kebun dan tanaman keras serta reklamasi lahan masih bisa ditolerir penggunaan kompos ukuran butir besar. Sementara, bagi tanaman hias di taman dan pot, diperlukan ukuran kompos kecil ( lolos mesh 100) . Kompos ukuran butir lolos mesh 100 ( 2,3 mm) inilah yang sering laku dan diperjualbelikan di pasaran.

Memilah berbagai ukuran butiran kompos maupun pemisahan sampah berdasar jenis diperlukan pengayak maupun mesin pemilah sampah. Bagi usaha pengomposan skala kecil dan pehobbies di rumah bisa digunakan pengayak manual ( biasa digunakan tukang tembok bangunan) , namun bagi usaha pengomposan skala besar atau bisnis komersial harus digunakan pengayak ( penapis) menggunakan mesin penggerak.

Tentang Kami

Marketing: E mail: marketing@kencanaonline.com, Jl Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung Selatan 40376, Telp +62-22- 87800115-87800083- 82819035480, SMS/ WA: +6281 572 527 115 - 8112220116 - 811208648- 8157002935, Faximili: +62 22 5946236, Klik Peta Jalan ke KencanaOnline.Com

Tampilan: Daftar / Kotak
Tampil:
Urut Berdasarkan:
Conveyor Pemilah Sampah CPS 605
Conveyor pemilah digunakan untuk memilah sampah aneka jenis menjadi terkatagori an organik dan organ..
Rp.39.500.000,00
Mesin Pemilah Pengayak MPP 3000 Elektrik
Penapisan kompos disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Bagi pemupukan pertanian ..
Rp.18.495.000,00
Mesin Pemisah Air Dewatering Separator DS 7000 L
Ada banyak metode yang digunakan untuk memilah sampah, meliputi pemisah logam (magnetic separator), ..
Rp.171.642.240,00
Mesin Pengayak Getar [Honda/EM] MPK 115
  Pengayakan (penapisan) kompos, aneka pupuk organik, pupuk butira..
Rp.25.950.000,00
Mesin Pengayak Kompos MPP 3000 Elektrik (4 HP)
  ↵ Penapisan kompos disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Bagi pem..
Rp.18.495.000,00
Mesin Pengayak Kompos [Honda]
Penapisan kompos disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan. Bagi pemupukan pertanian ..
Rp.18.495.000,00
Mesin Pengayak Kompos [Yanmar]
Pengayakan atau menapis kompos yang dihasilkan setelah usainya penguraian (dekompos..
Rp.23.495.000,00
Mesin Press Hidrolik Kaleng MPHK 40T Elektrik
Mesin Press Hidrolik Kaleng MPHK 40T Elektrik adalah alat untuk mengepress kertas, kardus, kale..
Rp.77.995.000,00
Mesin Press Hidrolik MPH 12 Elektrik
Mesin Press Hidrolik untuk Kertas, Kardus, Kaleng  dan Plastik Bekas Mesin Press Hidrolis ad..
Rp.28.950.000,00
Pemanpatan Sampah Press Hidrolik 12 T -  12 T - Hydraulic Press
Press Hidrolik 12 T adalah alat penekan guna memadatkan material yang meruang ( bulky/ volumenees) m..
Rp.9.495.000,00
Pemisah Sampah Logam MS 35 Kg
Conveyor Pemilah Sampah diperlengkapi dengan pemisah logam (magnetic separator) MS 35 Kg ini memegan..
Rp.114.950.000,00
Penyaring Kompos Separator Cri-Man
Separator berguna untuk memisahkan padatan dan cairan pada slurry/lumpur hasil pengolahan fermentasi..
Rp.459.000.000,00
Saringan Kompos BerSeka®
Penapis atau saringan ( screen) manual BerSeka® ini digunakan untuk mengayak kompos..
Rp.995.000,00
Tempat Sampah Terpilah (TST) BerSeka Trash Bin ( E)
Tempat Sampah Terpilah (TST) BerSeka Trash Bin ( E) bahan tabung Fiberglass 3 in 1 ..
Rp.11.950.000,00
Tempat Sampah Terpilah (TST) Berseka Trash Bin (F)
Sampah dianggap sebagai masalah tatkala bercampurnya aneka jenis, yang sehingga sul..
Rp.7.950.000,00
Kencana Online © 2017

web analytics visits since 22/07/2004 | details